Kamis, 26 Mei 2016

Cryorig mengeluarkan Casing PC? Seperti apa?

0 komentar
CRYORIG. Salah satu pendatang di manufaktur komponen PC. Didirikan di tahun 2013. Dalam produk yang dibuatnya, cryorig mempunyai filosofi yaitu membuat coolest RIG as possible. Cryorig memang hanya memproduksi di segmen cooling. Lihat saja R1 Ultimate dan R1 Universal. Di segmen entry level ada H7 dan H5 yang bisa dipasang di mana saja. Tapi itu hanya sementara sampai casing ini keluar.
Cryorig mengumumkan keluarnya sepasang casing mini ITX. Casing OLA terinspirasi dari Apple's Mac Pro. Casing ini berbentuk tabung dengan fan sebesar 140mm di bagian atas. Untuk motherboard, Casing keluaran Cryorig ini support motherboard dengan form factor mini ITX dan yang lebih garang lagi, support kartu grafis ukuran full-size yang mana dapat membuat casing ini upgradeable untuk ukuran mini ITX. Casing Cryorig TAKU merupakan casing minimalis dengan kaki kayu yang juga support kartu grafis sepanjang 250mm.
Cryorig memang belum lama di pasaran Hardware. Namun casing seperti ini membuat line-upnya semakin lengkap selain line-up di segmen coolernya. So? Want to buy some?

Minggu, 22 Mei 2016

Logitech G402 Hyperion Fury - Mouse dengan presisi dan akurasi tinggi

0 komentar
Apa gunanya membangun sebuah PC Gaming high-end tanpa menggunakan peripheral yang baik. Kelangsungan bermain game pasti akan terasa tidak seru, tidak menarik, bahkan mengalami losing streak berkali-kali. Sebuah peripheral yang wajib dimiliki gamers adalah mouse. Banyak genre game yang sangat mengandalkan mouse. FPS, Moba dan MMO adalah sekian dari banyaknya genre game yang membutuhkan mouse agar dapat optimal. Produsen peripheral gaming bersaing untuk memanfaatkan pasar ini. Kenyamanan dan performa menjadi harga mati untuk sebuah mouse. Inilah yang coba Logitech padukan pada mouse gamingnya yaitu G402 Hyperion Fury!

Spesifikasi

Diambil dari situs web Logitech Indonesia

Unboxing

Kemasan yang diusung oleh Logitech sangat simpel dan sangat merepresentasikan kekuatan utama dari G402. Sebuah mouse meluncur dengan kecepatan tinggi. Di sisi lainnya Logitech menampilkan fitur-fitur dari mouse ini seperti 8 programmable button dan delta zero technology.
Di dalam kemasan terdapat bintang utama dari tema kali ini. G402 Hyperion Fury yang sekilas tampak elegan dengan warna hitam minimalis dengan logo G. Tidak banyak desain yang macam-macam sehingga menghasilkan kesan simpel. Kabel mouse ini juga termasuk panjang. sekitar 1,5 meter. Seperti mouse pada umumnya, terdapat tombol klik kanan dan klik kiri, dan juga scroll wheel yang bisa ditekan. 
Mouse ini tidak untuk left-handed gamer. Terlihat dari tombol tambahan yang semuanya di sebelah kiri. 2 tombol tambahan untuk ibu jari di sebelah atas. 1 tombol untuk ibu jari di bawah. Dan tambahan 2 tombol lagi untuk telunjuk. Sayang sekali tidak ada tombol khusus untuk mengatur DPI. Juga tidak terdapat pemberat dan scroll wheel kanan kiri seperti G502. Namun banyaknya tombol tambahan ini sangat membantu gamer untuk memainkan gamenya mengingat tombol-tombol ini dapat diatur fungsinya sesuai kebutuhan.
Beralih ke desain, mouse ini sangat tidak direkomendasikan untuk mereka yang kidal. Semua tombol tambahan yang berada di sebelah kiri dan ergonomi yang seperti itu tidak cocok untuk pemakai tangan kiri. Material yang ditawarkan mouse ini terbilang cukup baik. Di area ibu jari material yang digunakan berbeda dengan daerah yang lain. Ini untuk menciptakan grip yang kuat dengan dibarengi grip di sisi kanan
Untuk urusan grip, semua jenis grip akan nyaman. Palm, claw maupun fingertip akan nyaman dengan mouse ini
Selain mouse, terdapat pula dokumen user lainnya seperti manual dan kartu garansi
Tidak hanya sampai disitu, kemampuan dari G402. Berikut adalah fitur yang ditawarkan :
  • Tracking berkecepatan tinggi dengan Fusion Engine
  • 8 Tombol yang dapat diprogram
  • Peralihan DPI aktual
  • Prosesor ARM 32-bit
  • Report rate 1 ms
  • Desain lebih nyaman
  • Klik berkecepatan tinggi

First Impression

Logitech G402 Hyperion Fury dikhususkan oleh Logitech untuk merajai game bergenre FPS. Platform game yang digunakan untuk menguji mouse ini di genre FPS adalah game Heroes and Generals. Performa yang fantastis dirasakan TechnoTips. Respon mouse untuk game yang membutuhkan DPI besar seperti FPS sangat cepat mengingat report rate yang tinggi. Ketika bermain di mode sniper pun akan sangat terbantu dengan tombol DPI Shift. Ini berguna untuk mengurangi sensitifitas mouse dalam sekejap dan dapat dikembalikan lagi.
Tidak hanya pada FPS, mouse ini juga diuji untuk game MOBA yaitu Dota2. Untuk durabilitas belum dapat diuji mengingat waktu yang dibutuhkan sangat lama. Namun untuk kenyamanan klik yang sangat dibutuhkan game MOBA, mouse ini dapat menyediakannya. 
Di platform game selanjutnya adalah pada game point blank. Mode shotgun pada game ini terkenal dengan quick change weapon atau QQ. Sayang sekali makro yang dihadirkan mouse ini tidak dapat menembus point blank. Namun terlepas dari itu, mouse ini sangat responsif. Sangat membantu bagi user untuk merespon gerakan tangan.
Terlepas dari game, beralih ke graphic design. Dengan menggunakan adobe illustrator, mouse ini melibas software dengan mudah. Tombol DPI shift yang amat membantu untuk kebutuhan DPI rendah.

Kesimpulan

Dengan harga yang Rp 500.000 per Mei 2016, mouse logitech G402 menghadirkan sensor dengan respon yang istimewa. Dipersenjatai dengan tombol tambahan yang banyak yang dapat diprogram dengan software bawaannya. Logitech Hyperion Fury adalah Best Bang for the buck di segmen gaming mouse

Senin, 02 Mei 2016

Crossfire vs SLI - Duel AMD NVIDIA di segmen kartu multi grafis

0 komentar

Peningkatan performa GPU adalah idaman dari setiap pc user. Mulai dari overclocking, ganti cooling sistem, upgrade VGA. Namun ada satu lagi cara untuk meningkatkan performa grafis dengan harga yang lebih murah ketimbang harus upgrade. Yak, multi-GPU. Dari kubu hijau atau NVIDIA multi-GPU ini diberi nama SLI, sedangkan dari AMD diberi nama crossfire.
Sistem multi-GPU yang dikembangakan kedua manufaktur, membuat user dapat meningkatkan performa grafis dari komputernya. Seiring dengan meningkatnya performa, kedua sistem baik SLI ataupun crossfire sangat boros daya. Boros daya, berarti juga banyak panas yang dikeluarkan lebih besar. Ini menjadi masalah tersendiri sebab daya yang banyak, dan panas yang dikeluarkan tidak sebanding dengan performa yang dikeluarkan meskipun terdapat peningkatan performa bila dibandingkan dengan single GPU.
Keuntungan tersendiri dari SLI ataupun Crossfire adalah kemampuannya untuk membuat surround gaming. Dan tentu saja dengan multi-monitor. Melihat dengan banyaknya port keluaran dari GPU.
Lalu manakah yang lebih baik? Crossfire ataukah SLI?

1. AMD Crossfire lebih fleksibel, SLI kaku.

NVIDIA memang memperbolehkan untuk menggunakan GPU dari Vendor yang berbeda-beda. Bukan hanya itu, clockspeed yang dipergunakan pun boleh bermacam-macam. Namun harus menggunakan GPU dengan tipe yang sama dengan VRAM yang sama pula. Berbeda dengan AMD yang memperbolehkan mencampur adukkan vendor, clockspeed, VRAM, bahkan GPU selama masih sama arsitekturnya.

2. AMD Crossfire lebih murah ketimbang NVIDIA SLI

NVIDIA mengharuskan serifikat SLI (SLI certification) untuk mengaktifkan kekuatan tersembunyi dari "twin power"nya. Ini yang menyebabkan beberapa motherboard tidak mendukung SLI tetapi mendukung Crossfire.

3. Tidak memerlukan perangkat tambahan untuk AMD Crossfire. SLI butuh SLI bridge


SLI Bridge menghubungkan GPU satu ke lainnya untuk NVIDIA. Sementara Crossfire melakukan komunikasi antar GPU lewat slot PCI-e.

4. AMD Crossfire bisa dipadukan dengan on board GPU

Dengan fitur ini, user dapat menggunakan crossfire dengan APU milik AMD yang tentunya mempunyai on board GPU.

Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa NVIDIA membatasi sistemnya untuk memberikan kontrol konsistensi user experience untuk hasil yang maksimal. Sedangkan AMD memberikan lebih banyak fleksibilitas dan pilihan bagi usernya, meskipun pilihan itu belum tentu optimal. So? SLI or Crossfire is the best? It's about prespective

Kamis, 28 April 2016

Overclocking? Apa itu?

0 komentar
Overclocking. Bagi orang awan di dunia hardware pasti asing dengan kata ini. Namun apa itu sebenarnya arti dari overclock? Overclock adalah proses untuk memaksa hardware bekerja lebih powerful ketimbang bawaan dari manufaktur atau pabrikan. CPU, GPU, tablet, handphone semua itu mempunyai prosesor di dalamnya. Kemampuan sebelum di OC (overclock) memang biasa saja. Kemampuan prosesor tergantung pada arsitektur dan cycles per detik yang dihasilkan (frekuensi atau clock speed). Dari situlah asal kata overclock. Meningkatkan clock speed dari bawaan pabrik untuk menaikkan performa.
Clock speed bukanlah satu-satunya faktor dalam proses overclock. Bukan berarti ketika anda menggunakan handphone, anda bisa overclock hingga setara kemampuan pc gaming. Overclocking membuat hardware menjadi out of spec. Ketika overclock dijalankan, daya yang dibutuhkan juga bertambah. Bertambah daya berarti bertambah pula produksi panas. Kebanyakan overclocker menggunakan sistem pendinginan yang kompleks untuk mengatasi hal ini. Dari menggunakan air cooler, liquid cooler, hingga sub-zero cooler. Menambahkan daya meningkatkan resiko failure pada hardware. Inilah sebabnya hardware yang dioverclock jarang mendapat garansi dari pabrik.
Jadi apa pilihan anda? Hidup dengan jaminan garansi namun performa hardware biasa? Ataukah full performance dengan segala resikonya?

Rabu, 27 April 2016

Cherry MX Speed! Faster than everything

0 komentar
Mechanical keyboard adalah peripheral yang sudah tidak asing lagi. Apalagi di telinga seorang gamers. Memilih mechanical keyboard sangat subjektif. Setiap orang punya feel terhadap masing-masing switch. Salah satu produsen switch keyboard terbaik saat ini adalah Cherry. 
Beberapa waktu yang lalu Cherry mengeluarkan switch terbaru mereka yaitu Cherry MX Speed. Warna dari switch ini adalah silver. Actuation point sebesar 1,2 milimeter dan actuation force sebesar 0.45g. Sama seperti MX black dan red, tipe switch ini adalah linier. Tidak ada tactile bump seperti switch blue dan brown. Menurut Cherry, switch ini sangat cocok untuk gamer. Corsair, perusahaan hardware terkenal ini adalah pemakai pertama dari switch Cherry MX Speed. Corsair menanamkan switch ini dalam keyboard rapidfire mereka.

Kamis, 14 April 2016

UPS ICA ST623B - Ups Pure Sinewave termurah di pasaran

10 komentar
Memiliki power backup adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh PC user. Listrik di Indonesia yang demikian tidak stabilnya, ditambah pihak penyedia listrik yang terkadang seenaknya sendiri mematikan listriknya, dan penolakan pembuatan fasilitas listrik dimana-mana. Apa jadinya jika anda sedang mengerjakan dokumen yang sangat penting dan diburu oleh waktu dan seketika listrik mati. Akan sangat mengesalkan apabila kita sedang render video yang notabene lama dan seketika mati listrik. Gangguan listrik yang seperti ini juga dapat membuat komponen PC menjadi rusak. Anda tentu tidak ingin jika PC high-end anda menjadi sebuah artefak. Dengan UPS minimal anda dapat melakukan saving pekerjaan anda. Selain itu anda dapat melakukan shut down secara normal. Salah satu UPS murah yang ada di pasaran adalah ICA ST623B.

Spesifikasi

Unboxing

ICA ST623B datang dengan kemasan kardus coklat sederhana dengan ukuran sekitar 40x20x25 cm. Karena tidak ada yang spesial dengan bagian luar, TekhnoTips langsung memilih untuk langsung membuka kotak.
Ketika membuka kardus dan mendapat sebuah UPS berwarna hitam, TekhnoTips kaget sebab tidak menyangka. UPS ICA yang dibayangkan adalah warna putih. Tetapi dengan warna hitam, sangat cocok dengan Rig dari TekhnoTips.

Selain UPS juga akan didapatkan 2 kabel. Kabel power dan kabel USB. TekhnoTips kurang mengetahui apa fungsi kabel itu pada awalnya. Namun setelah manual dibaca, fungsi usb itu untuk penghubung ke router/modem.


Paket standar ketika membeli sebuah hardware, yaitu manual. Buku petunjuk ini memuat cara penggunaan yang benar mengenai UPS ICA ST623B. Didapatkan pula Warranty card. Dan yang terakhir yang kurang begitu berguna yaitu CD software UPSilon 2000. Software ini sebenarnya digunakan untuk memonitor UPS. Namun tidak support ketika diinstal ke windows 7.

Review

UPS ICA ST623B dihubungkan dengan sebuah PC dengan spesifikasi :
CPU : AMD FX6300 six core processor
RAM : DDR3 2x4GB
VGA : GTX 750TI
PSU : Corsair CX500
Monitor : Standar
Peripheral : Mouse dan keyboard standar
Pengujian dilakukan dengan menghubungkan hardware ke UPS. Dilakukan beberapa pekerjaan menggunakan PC. Selang beberapa jam listrik ke UPS dimatikan. Dan hasilnya sempurna. UPS dapat melakukan backup ketika listrik padam. Waktu yang dapat dicapai pun sempurna. Semua pekerjaan dapat disimpan dengan aman. Dan dapat dilakukan proses shut down normal sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan hardware.
Semua hardware pasti mempunyai kekurangan. Termasuk UPS ICA ST623B. Bunyi mendesis yang dikeluarkan sangat menganggu terutama pecinta silent Rig. Bunyi ini didapat ketika UPS mulai bekerja.

Kesimpulan

Kelebihan
  • Pure sinewave output
  • UPS termurah saat ini untuk pure sinewave

Kekurangan
  • Bunyi mendesis yang mengganggu

Penutup

Power supply APFC sangat rentan terhadap gelombang keluaran listrik yang tidak sempurna. Dengan kata lain PSU APFC membutuhkan pasokan listrik dengan gelombang sinewave seperti keluaran listrik dari PLN. Untuk memilih UPS untuk PSU APFC juga harus mempertimbangkan gelombang keluaran. Rata-rata harga UPS dengan gelombang pure sinewave sangat mahal. Di atas 2 juta rupiah. Namun dengan UPS ICA ST623B anda akan mendapatkan "best bang for the buck" untuk sebuah UPS pure sinewave. Dengan harga sekitar 1,5 juta rupiah anda telah melakukan investasi besar untuk keawetan PC anda, dan tentunya menyelamatkan pekerjaan anda. 
Ingin membaca review-review lain dari TekhnoTips? like fanpage TekhnoTips. For you we review

Jumat, 08 April 2016

Optik vs laser gaming mouse? mana yang paling tepat untuk gamer?

0 komentar
Gaming sekarang tidak akan terlepas dari salah satu peripheral ini, mice atau mouse. Apapun genre gamenya, terutama FPS, MOBA, ataupun MMO pasti membutuhkan interface yang satu ini. Lalu apa yang harus dilihat ketika memilih mouse? Salah satu jawabannya adalah sensornya.
Kembali ke jaman di mana teknologi masih bisa dibilang lambat berkembang, pernah bersinar mouse dengan bola-bola di bawahnya sebagai sensor. Sekarang jaman sudah berkembang. Teknologi itu dikembangkan dengan mengganti sensor menjadi optik dan laser.

Mouse optik


Mouse ini menggunakan LED untuk dapat bekerja. Ketika dulu mouse menggunakan trackball sebagai sensor, maka mouse optik menggunakan LED untuk mendeteksi surface/mousepad. Dibandingkan dengan mouse trackball, mouse optik tidak masalah digunakan di area mouse pad yang kecil. Dibandingkan dengan mouse laser, spesifikasi DPI mouse optik lebih kecil. Antara 200-800 DPI. Untuk beberapa kasus seperti pada logitech G400s, dapat ditemui DPI hingga 4000. Tentu harganya tidak murah. Selain itu, mouse optik hanya dapat digunakan pada permukaan yang tidak tembus cahaya.

Mouse laser


Mouse laser adalah teknologi terbaru di dunia mouse. Mouse bersensor laser punya beberapa keunggulan dibanding mouse optik. Salah satunya adalah kemampuan laser untuk menggunakan banyak jenis surface. Gambar di atas adalah mouse logitech anywhere dengan kemampuannya digunakan di mana saja karena menggunakan laser infrared. Selain versatilitas surfacenya, DPI yang bisa dicapai sangat besar dan dapat mencapai 8200 DPI.

Kesimpulan

Game dan gamer bermacam-macam jenisnya. Game ada yang membutuhkan DPI tinggi untuk respon yang cepat dan akurat seperti FPS, ada pula yang bergantung pada kontrol dari DPI yang sedang seperti MOBA. Begitu pula dengan gamernya. Tidak mungkin seorang gamer yang membutuhkan DPI hanya sekitar 3000 DPI membeli mouse dengan 8200 DPI. Selain karena harga yang tentunya lebih mahal, mouse yang tidak tepat DPI nya dapat mengganggu kenyamanan dalam gaming. So what person are you? High-DPI or Low-DPI?