Tampilkan postingan dengan label VGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VGA. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

Crossfire vs SLI - Duel AMD NVIDIA di segmen kartu multi grafis

0 komentar

Peningkatan performa GPU adalah idaman dari setiap pc user. Mulai dari overclocking, ganti cooling sistem, upgrade VGA. Namun ada satu lagi cara untuk meningkatkan performa grafis dengan harga yang lebih murah ketimbang harus upgrade. Yak, multi-GPU. Dari kubu hijau atau NVIDIA multi-GPU ini diberi nama SLI, sedangkan dari AMD diberi nama crossfire.
Sistem multi-GPU yang dikembangakan kedua manufaktur, membuat user dapat meningkatkan performa grafis dari komputernya. Seiring dengan meningkatnya performa, kedua sistem baik SLI ataupun crossfire sangat boros daya. Boros daya, berarti juga banyak panas yang dikeluarkan lebih besar. Ini menjadi masalah tersendiri sebab daya yang banyak, dan panas yang dikeluarkan tidak sebanding dengan performa yang dikeluarkan meskipun terdapat peningkatan performa bila dibandingkan dengan single GPU.
Keuntungan tersendiri dari SLI ataupun Crossfire adalah kemampuannya untuk membuat surround gaming. Dan tentu saja dengan multi-monitor. Melihat dengan banyaknya port keluaran dari GPU.
Lalu manakah yang lebih baik? Crossfire ataukah SLI?

1. AMD Crossfire lebih fleksibel, SLI kaku.

NVIDIA memang memperbolehkan untuk menggunakan GPU dari Vendor yang berbeda-beda. Bukan hanya itu, clockspeed yang dipergunakan pun boleh bermacam-macam. Namun harus menggunakan GPU dengan tipe yang sama dengan VRAM yang sama pula. Berbeda dengan AMD yang memperbolehkan mencampur adukkan vendor, clockspeed, VRAM, bahkan GPU selama masih sama arsitekturnya.

2. AMD Crossfire lebih murah ketimbang NVIDIA SLI

NVIDIA mengharuskan serifikat SLI (SLI certification) untuk mengaktifkan kekuatan tersembunyi dari "twin power"nya. Ini yang menyebabkan beberapa motherboard tidak mendukung SLI tetapi mendukung Crossfire.

3. Tidak memerlukan perangkat tambahan untuk AMD Crossfire. SLI butuh SLI bridge


SLI Bridge menghubungkan GPU satu ke lainnya untuk NVIDIA. Sementara Crossfire melakukan komunikasi antar GPU lewat slot PCI-e.

4. AMD Crossfire bisa dipadukan dengan on board GPU

Dengan fitur ini, user dapat menggunakan crossfire dengan APU milik AMD yang tentunya mempunyai on board GPU.

Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa NVIDIA membatasi sistemnya untuk memberikan kontrol konsistensi user experience untuk hasil yang maksimal. Sedangkan AMD memberikan lebih banyak fleksibilitas dan pilihan bagi usernya, meskipun pilihan itu belum tentu optimal. So? SLI or Crossfire is the best? It's about prespective

Jumat, 18 Maret 2016

Kartu Grafis AMD Pro Duo - Kartu Grafis Untuk VR Tercepat Saat Ini

0 komentar
Menjamurnya teknologi virtual reality membuat perang kartu grafis dimulai. AMD minggu ini mengumumkan kartu grafis dual-GPU berpendingin cair yang dinamakan Radeon Pro Duo yang diklaim sebagai kartu grafis terkuat untuk VR saat ini.
Virtual Reality
Radeon Pro Duo sebenarnya adalah gabungan dari dua R9 Fury X. Pada awal rilisnya harga yang dipatok untuk kartu grafis ini adalah 1500 dollar amerika. Jauh lebih murah ketimbang dual-GPU dari NVIDIA Geforce Titan Z.
Spesifikasi dari kartu grafis ini belum tersedia hingga AMD mengumumkannya secara resmi, namun dari bocoran yang diketahui kartu grafis ini akan menampung 120mm radiator dan butuh tiga kali 8-pin power untuk dapat berjalan normal. Berapa banyak daya yang dibutuhkan? Ini menjadi pertanyaan serius sebab satu Fury X membutuhkan 275 watt. Namun AMD punya teknologi PowerTune yang bisa mengubah clock sesuai listrik yang diberikan.
3 x 8-pin power connector Pro Duo
Satu hal tentang fury X adalah sistem liquid-coolingnya yang menggunakan radiator. Telah menjadi berita umum bahwa salah satu manufaktur pendingin untuk fury X, Cooler Master, digugat oleh Asetek. Untuk kali ini diharapkan agar AMD menghindari hal yang sama.
Cooling Design AMD Radeon Pro Duo
Apa bukti dari kalimat "Kartu grafis tercepat di dunia"? Ini yang diberikan oleh AMD untuk mengklaim hal itu. Benchmark yang dilakukan menggunakan Intel Core i7-5690X dengan 16GB RAM dan Windows 10. Pada benchmarknya, Pro Duo ditandingkan melawan GTX Titan Z dan Radeon 295 X2. 
Pro Duo rencananya akan dirilis antara April dan Mei tahun ini. Namun ada halangan dari kubu hijau ketika NVIDIA akan merilis arsitektur Pascal terbarunya juga di awal April. Kalau ini benar terjadi, Maka akan ada perang di segmen virtual reality antara kubu merah dan kubu hijau.
Rig dengan menggunakan AMD Radeon Pro Duo

Minggu, 13 Maret 2016

External GPU? Bukan hal yang sulit dengan AMD XConnect

0 komentar

Beberapa waktu lalu Advanced Micro Device atau AMD memperlihatkan software Radeon terbaru yang bisa menangani tekhnologi XConnect. Dengan ini, VGA dari AMD dapat bekerja pada docking atau enclosures yang didukung Thunderbolt 3, seperti Razer Core.
Laptop terbaru Razer yang bernama Blade Stealth telah mendukung tekhnologi ini. Laptop super tipis ini dapat dihubungkan dengan docking razer core yang menggunakan VGA dari AMD melalui port thunderbolt 3. 
AMD menyebutkan kalau semua seri R9 300, R9 290X, R9 290, R9 285, R9 Fury dan Nano bisa menggunakan XConnect ini. Untuk seri mid-tier seperti seri R7 300, dan di bawah R9 280 fitur ini belum bisa digunakan. Tapi ini bukanlah kendala, karena sepertinya pengguna dari docking ini adalah pengguna yang menginginkan GPU yang benar-benar powerful. Untuk Fury X tidak bisa compatible dengan docking ini sebab radiator yang berukuran 120 mm. Untuk XConnect sendiri, AMD akan mengembangkannya bersama partner-partner mereka, seperti intel yang terus mengembangkan thundebolt 3.0

Rabu, 09 Maret 2016

VGA AMD murah dengan performa maksimal

0 komentar
Beberapa saat yang lalu TekhnoTips memilih top three VGA untuk budget builder dari kubu hijau a.k.a. NVIDIA. Terpilihlah tiga kartu grafis dengan tipe GTX 750 dan GTX 750Ti yang menggunakan arsitektur terbaru NVIDIA. Sangat irit daya dan tetap mengeluarkan performa jempolan. Selain itu terdapat pula GTX 950 yang diluncurkan untuk gamer-gamer MOBA.
Untuk saat ini TekhnoTips akan menyajikan top three best price to performance dari kubu AMD. Kesan pertama mendengar kartu grafis dari kubu merah adalah boros daya. Pengeluaran untuk membayar tagihan listrik akan membengkak. Tidak hanya itu, karena konsumsi daya yang besar dibutuhkan pula power supply dengan power yang besar pula. Power supply yang besar dayanya berarti menambah biaya. Tapi tunggu dulu, dengan VGA yang akan disajikan TekhnoTips, para PC builder akan segera menarik perkataan mereka. Dengan VGA ini, konsumsi daya yang besar akan dibarengi performa yang oke, serta memangkas ongkos untuk membeli VGA itu sendiri

1. Radeon R9 270

VGA yang satu ini berharga di kisaran 2 juta rupiah per tanggal artikerl ini dibuat, Cukup aman dari segi harga untuk sebuah VGA yang powerful. Arsitektur R9 270 menggunakan arsitektur 28nm. Dan sudah support DirectX 12. Support Mantle, OpenGL 4.3,dan openCL. VGA ini bisa dipasang di slot PCI-e Motherboard maksimal versi 3. Powertune Technology AMD juga sudah masuk ke VGA ini. dengan aplikasi ini, clock speed dari GPU dapat menyesuaikan perbedaan P-states. Untuk yang ingin bermain game di resolusi 4K, VGA ini bisa diandalkan. Buat yang ingin main di multi monitor setup, R9 270 support sampai 6 display. Seperti di intro tadi, untuk mengoperasikan VGA ini, dibutuhkan power tambahan dari Power Suplly dengan 1x6-pin PCI-e power connector. Urusan performa jangan ditanya. Untuk harga 2 juta rupiah, VGA ini setingkat di bawah GTX 960 dengan harga di atas 3 juta. 

2. Radeon R7 360


Kartu grafis termurah dari seri 300 dari AMD. VGA ini dibanderol dengan harga di kisaran 1,5 juta rupiah per tanggal artikerl ini dibuat. VGA ini cocok untuk gamer yang sedang mencari VGA murah tetapi bisa bermain di resolusi 1080p. Kalo dibandingkan dengan pesaingnya di sisi hijau, GTX 750 bisa dilewati dengan mudah. Desain VGA yang mungil juga membuat VGA ini bisa dipasang di jenis casing apapun. Namun kelemahan dari R7 360 adalah konsumsi daya yang besar. Butuh 1 konektor PCI-e dari power supply agar dapat berjalan normal.

3. Radeon R7 250

Radeon R7 250 adalah VGA dengan range harga kelas bawah. Diluncurkan tahun 2013, VGA ini sudah support DirectX 12.0. Didukung arsitektur Oland, membuat R7 250 Mempunyai PCB yang kecil sehingga bisa muat di casing jenis apa saja. Versi reference dari R7 250 mempunyai memori 1024 MB GDDR5. VGA ini berjalan dengan clock speed 1000 MHz yang dapat meluncur hingga 1050 MHz. Harga R7 250 berkisar di range 1 juta rupiah. Cocok buat para gamers low budget.

Itulah top three dari GPU dari sisi merah alias AMD. Memang semua yang disebutkan di atas membutuhkan setidaknya tambahan konektor daya dari power supply yang artinya boros konsumsi listrik. Namun dengan harga yang murah, setidaknya dapat mengurangi beban materi yang dikeluarkan. So apa pilihanmu? dari kubu hijau? atau kubu merah? it's all up to you. 

Minggu, 06 Maret 2016

VGA NVIDIA murah dengan performa maksimal

0 komentar
Bagi gamer memiliki sebuah graphic card high-end dengan harga mahal yang dibarengi performa apik adalah idaman. Dengan menggunakan VGA high-end, gamer dapat bermain game tanpa kendala. Selain tanpa kendala, juga akan mendapatkan FPS yang tinggi sehingga grafik menjadi lebih halus/smooth. Namun bagaimana kalau budget selalu membayangi untuk mendapatkan performa yang tangguh. Tenang. Kali ini TekhnoTips akan sharing tentang "GPU/VGA NVIDIA dengan price to performance terbaik". Check this out :

1. Geforce GTX 750 Ti

Yak posisi nomor 1 ditempati oleh GTX 750 Ti. Harga rata-rata GTX 750 Ti dari semua manufaktur adalah 1,5-2,5 juta rupiah. Termasuk harga yang murah untuk sebuah graphic card dengan arsitektur terakhir dari NVIDIA yaitu maxwel yang menggantikan arsitektur sebelumnya yaitu arsitektur kepler. VGA ini sudah terkenal dengan konsumsi dayanya yang irit. Bahkan sampai dua kali lipat lebih irit ketimbang arsitektur kepler. Karena iritnya GPU ini, beberapa brand VGA bahkan tidak menambah konektor tambahan untuk asupan daya GPU ini. Cukup menggunakan power dari slot PCI-e. 

2. Geforce GTX 750

Grafik card yang 1 ini tidak terdapat perbedaan signifkan dengan GTX 750 ti. Perbedaan utama kedua graphic card ini terletak pada banyaknya CUDA cores, banyaknya memory dan kecepatan dari memory itu. GTX 750 mempunyai 512 CUDA cores, yang beroperasi bersama dengan 1GB GDDR5 pada 1.250MHz. Sedangkan GTX 750 Ti mempunyai CUDA cores lebih banyak yaitu 640, dengan 2GB pada 1.350 MHz.

3. Geforce GTX 950

GTX 950 adalah VGA yang dibuat khusus untuk memberikan performa terbaik bagi Gamer MOBA. Ini merupakan VGA pertama yang dibuat khusus untuk genre game tertentu. NVIDIA mengklaim bisa mengurangi latency 50% dibandingkan GTX 650. Ini dikarenakan VGA ini dibuat agar bisa memproduksi pre-rendered frames. VGA ini support DirectX 12. 

Sekian GPU dengan price performance terbaik dari NVIDIA. Dengan harga yang murah, anda sudah bisa mendapatkan VGA dengan kemampuan yang tidak rendahan. Next TekhnoTips akan membahas tentang GPU dengan price performance terbaik versi AMD. Don't be shy for asking and comment! Cheerss